Sejarah Munculnya Musik & Alat Musik Gamelan Di Indonesia

by Allison Sims on / Berita Musik, Blogging, Musik Indonesia, Musik Tradisional

Munculnya Musik & Alat Musik Gamelan Di Indonesia

Gamelan adalah instrumen nasional Indonesia. Sebuah orkestra miniatur, adalah ensemble dari 50 hingga 80 instrumen, termasuk perkusi tuning yang terdiri dari lonceng, gong, drum dan metalofon (instrumen seperti gambang dengan bar yang terbuat dari logam bukan kayu). Bingkai kayu untuk instrumen biasanya dicat merah dan emas. Instrumen mengisi seluruh ruangan dan biasanya dimainkan oleh 12 hingga 25 orang.

Gamelans adalah unik di Jawa, Bali, dan Lombok. Mereka terkait dengan musik istana dan sering menyertai bentuk hiburan tradisional favorit Indonesia: wayang kulit. Mereka juga bermain di upacara khusus, pernikahan dan acara besar lainnya.

Bergaya tinggi dalam gerakan dan kostum, tarian dan drama “wayang” diiringi oleh orkestra “gamelan” yang terdiri dari xylophone, drum, gong, dan dalam beberapa kasus instrumen senar dan seruling. Bambu xylophone digunakan di Sulawesi Utara dan instrumen bambu “angklung” dari Jawa Barat terkenal karena nada denting unik mereka yang dapat disesuaikan dengan melodi apa pun.

Sejarah Munculnya Musik & Alat Musik Gamelan Di Indonesia

Sejarah Munculnya Musik & Alat Musik Gamelan Di Indonesia

Menurut legenda gamelans diciptakan pada abad ke-3 oleh Dewa-Raja Sang Hyand Guru. Lebih mungkin mereka diciptakan melalui proses menggabungkan instrumen lokal – seperti “drum kunyit” perunggu dan seruling bambu – dengan yang diperkenalkan dari China dan India. Sejumlah alat musik – drum berbentuk jam pasir, kecapi, kecapi, seruling, pipa buluh, simbal – digambarkan dalam relief di Borubudur dan Pramabanan. Ketika Sir Francis Drake mengunjungi Jawa pada tahun 1580 dia menggambarkan musik yang dia dengar di sana “sangat aneh, menyenangkan dan menyenangkan.” Kemungkinan besar apa yang dia dengar adalah musik gamelan.

Ingo Stoevesandt menulis di blognya tentang musik Asia Tenggara: “Karawitan” adalah istilah untuk setiap jenis musik Gamelan di Jawa. Sejarah ensembel gamelan di Jawa sudah sangat tua, mulai dari era perunggu Dongson pada abad kedua SM. Istilah “Gamelan” dapat dipahami sebagai istilah koleksi untuk berbagai jenis ensemble metallophone (“gamel” Jawa kuno berarti sesuatu seperti “untuk menangani”). Di bawah musik gamelan Belanda tidak ditinggalkan tetapi didukung juga. Mengikuti kontrak Gianti (1755) masing-masing divisi dari negara Mataram lama mendapat ensembel Gamelan sekati sendiri.

Musik gamelan mencapai puncaknya pada abad ke-19 di pengadilan sultan Yogyakarta dan Solo. Para pemain istana di Yogyakarta dikenal karena gayanya yang berani dan penuh semangat sementara pemain gamelan dari Solo memainkan gaya yang lebih bersahaja dan halus. Sejak kemerdekaan pada tahun 1949, kekuatan kesultanan berkurang dan banyak musisi gamelan belajar cara bermain di akademi negara. Meski begitu gamelan terbaik masih berhubungan dengan royalti. Gamelan terbesar dan paling terkenal, Gamelan Sekaten, dibangun pada abad ke-16 sebagaimana dimainkan hanya sekali setahun.

Popularitas musik gamelan agak menurun hari ini karena orang-orang muda menjadi lebih tertarik pada musik pop dan rekaman musik menggantikan musik live di pesta pernikahan. Meski begitu musik gamelan tetap sangat hidup, terutama di Yogyakarta dan Solo, di mana sebagian besar lingkungan memiliki aula lokal di mana musik gamelan dimainkan. Festival dan kompetisi gamelan masih menarik kerumunan besar dan antusias. Banyak stasiun radio memiliki ensembel gamelan mereka sendiri. Musisi juga memiliki permintaan yang tinggi untuk mengiringi drama, boneka dan pertunjukan tari.

Cuplikan Video Musik Gamelan Indonesia

 

Allison Sims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don`t copy text!