Musik Rakyat Tradisional Indonesia

by Allison Sims on / Berita Musik, Musik Indonesia, Musik Tradisional

Musik Rakyat Tradisional Indonesia

Musik Rakyat Tradisional Indonesia – Ingo Stoevesandt menulis di blognya tentang musik Asia Tenggara: Di luar Karawitan (musik gamelan tradisional) pertama-tama kita bertemu dengan pengaruh Arab lainnya di “orkes melayu”, sebuah ensemble yang namanya sudah menunjukkan asal Malaya. Ansambel ini, terdiri dari setiap instrumen yang bisa dibayangkan mulai dari drum India di atas gitar elektrik hingga combo Jazz kecil, dengan gembira menggabungkan irama dan melodi tradisional Arab dan India. Hal ini cukup favorit sebagai adegan Pop / Rock yang sebenarnya di Indonesia.

“Tradisi menyanyi solo tembang adalah allover Indonesia yang kaya dan beragam. Yang paling umum adalah laki-laki soli bawa, suluk dan buka celuk, laki-laki unisono gerong, dan perempuan unisono sinden. Repertoar tahu lebih dari sepuluh bentuk puisi dengan meter yang berbeda, jumlah suku kata per ayat dan elemen polyrhythmic.

“Musik rakyat Jawa dan Sumatra masih belum diteliti. Ini sangat penyelam sehingga hampir semua perkiraan ilmiah hampir menggores permukaan. Di sini kita menemukan harta karun melodi lagu termasuk anak-anak lagu lagu dolanan, banyak tarian dukun dan dukun, atau kotekan sihir yang menemukan cerminnya di Luong Thailand di Vietnam utara. Musik rakyat harus diasumsikan sebagai tempat lahir ensembel Gamelan dan musiknya, karena kami menemukan dua penyanyi, sebuah kecapi dan drum di sini mereproduksi gending, yang mana Gamelan akan membutuhkan lebih dari 20 musisi untuk melakukannya. ”

Angklung

Angklung adalah sebuah alat musik tradisional indonesia yang mungkin orang tidak terlalu mengetahuinya. Dengan perubahan jaman yang semakin maju dalam dunia industri musik. Sudah jarang orang indonesia yang ingin mengetahui alat musik seperti Angklung.

Angklung sangat terkait dengan adat istiadat tradisional, seni dan identitas budaya di Indonesia, dimainkan selama upacara seperti penanaman padi, panen dan penyunatan. Bambu hitam khusus untuk Angklung dipanen selama dua minggu setahun ketika jangkrik bernyanyi, dan dipotong setidaknya tiga segmen di atas tanah, untuk memastikan akar terus menyebar. Pendidikan angklung ditransmisikan secara lisan dari generasi ke generasi, dan semakin banyak di lembaga pendidikan. Karena sifat kolaboratif musik Angklung, bermain mempromosikan kerjasama dan saling menghormati di antara para pemain, bersama dengan disiplin, tanggung jawab, konsentrasi, pengembangan imajinasi dan ingatan, serta perasaan artistik dan musik.

Angklung ditulis pada tahun 2010 pada Daftar Perwakilan Warisan Budaya Manusia Warisan UNESCO. Ini dan musiknya sangat penting bagi identitas budaya masyarakat di Jawa Barat dan Banten, tempat bermain Angklung mempromosikan nilai-nilai kerja tim, saling menghormati dan harmoni sosial. Langkah-langkah pengamanan diusulkan yang mencakup kerja sama antara pemain dan pihak berwenang di berbagai tingkatan untuk merangsang transmisi dalam pengaturan formal dan non-formal, untuk mengatur pertunjukan, dan untuk mendorong keahlian membuat Angklung dan penanaman berkelanjutan bambu yang diperlukan untuk pembuatannya.

Allison Sims

One Reply to “Musik Rakyat Tradisional Indonesia”

Lisa

Orang indonesia kebanyakan sudah lupa dengan budaya musik tradisional indonesia mantap artikelnya min di pertahankan ya buat konten seperti ini

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don`t copy text!