Berita Musik Ada Apa Dengan Karir Musik Indonesia?

by Allison Sims on / Berita Musik, Blogging, Musik Indonesia

Berita Musik Ada Apa Dengan Karir Musik Indonesia?

Berita Musik – Meskipun Indonesia adalah negara yang penuh dengan bakat musik, sedikit yang memperhatikan kondisi industri musik yang mengkhawatirkan di negara tersebut.

Indonesia diberkati dengan musisi yang sangat berbakat yang telah mencapai prestasi internasional. Sandy Sandhoro, yang menjadi juara di New Waves 2009 di Latvia, telah tampil bersama Toni Braxton dan Gloria Estefan di Palladium Theatre Hollywood. Anggun C. Sasmita adalah penyanyi Indonesia lainnya yang terkenal secara internasional. Orang Indonesia boleh bangga bahwa Anggun adalah salah satu penyanyi Asia pertama yang berhasil menjangkau pasar Amerika dan Eropa dan membuka jalan bagi penyanyi Asia lainnya.

Lanskap musik Indonesia telah berubah secara dramatis selama bertahun-tahun. Industri musik saat ini jauh lebih kompetitif, memaksa para talenta untuk mengejar kualitas agar dapat bertahan hidup. Dengan semakin banyaknya bakat, ada lebih banyak perusahaan label dan program musik, seperti Dahsyat dan Inbox, untuk menyediakan platform bagi para seniman untuk memamerkan dan mempromosikan musik mereka.

Jejaring sosial seperti YouTube, Facebook, dan Twitter juga membantu mempromosikan musik Indonesia tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Selain itu, banyak festival diselenggarakan untuk menampilkan lebih banyak jenis musik Indonesia, seperti Java Soulnation Festival dan Java Jazz Festival.

Kurangnya Dukungan Pemerintah

Meskipun potensinya untuk sukses secara global, industri musik Indonesia tampaknya menerima sedikit dukungan dari pemerintah.

Lokananta adalah studio rekaman terbesar dan terlama di Indonesia dengan peralatan berstandar internasional. Namun, karena kurangnya perhatian dari pemerintah, studio rekaman ini tidak diketahui publik dan hampir terlupakan. Terletak di Solo, studio adalah warisan karena telah menjadi rumah banyak musisi Indonesia yang terkenal di masa lalu.

Melihat situasi ini, Musisi Indonesia yang terkenal, Glenn Fredly, merekam album lengkap pertunjukan langsung di studio untuk proyeknya, Save Lokananta, dengan bandnya, Bakuucakar. Melalui album ini, Glenn bersama PT. Royal Prima Musikindo (RPM) dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) berharap untuk mempromosikan Lokananta sekali lagi sebagai salah satu studio rekaman terbaik di Indonesia.

Pengaruh K-pop

Pengaruh K-pop jelas merupakan penyebab nyata meningkatnya jumlah girlband dan boyband di Indonesia saat ini. Sayangnya, banyak girlband atau boyband Indonesia yang memulai debutnya secara instan tanpa melalui pelatihan yang tepat. Penampilan fisik sering menjadi kriteria utama yang digunakan oleh label musik untuk merekrut, bukan musikalitas. Perusahaan rekaman label harus fokus pada pengembangan bakat-bakat ini untuk memastikan mereka dapat bersaing di industri musik daripada membentuk banyak kelompok baru tanpa merawatnya dengan baik. Di Korea, anggota boyband atau girlbands harus menjalani pelatihan bertahun-tahun sebelum mereka dapat memulai debutnya sebagai artis. Misalnya, Jessica Jung dari grup gadis Korea terkenal, Girls ‘Generation, dilatih selama lebih dari tujuh tahun sebelum memulai debutnya.

MALIQ & D’essentials di Singapura

Pada 15 Oktober 2013, MALIQ & D’essentials mengadakan mini showcase untuk penggemar mereka di Singapura. Selama showcase, grup membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, “Sriwedari”. Selain itu, mereka juga menyanyikan lagu-lagu hit mereka seperti Untitled, Dia, Kangen, dan banyak lagi yang semakin menggairahkan penonton.

Menurut Angga, sang vokalis, mini showcase adalah inisiatif spontan. Awalnya, kelompok itu memutuskan untuk mengunjungi Singapura untuk menemani Indah, sang vokalis, yang harus menjalani terapi untuk pita suaranya. Terlepas dari publisitas minimal, tempat pameran penuh sesak dengan lebih dari 200 penonton. Suasana pameran sangat santai dan intim. Untuk beberapa kali, Angga turun dari panggung untuk bernyanyi bersama dan berinteraksi dengan penonton. Para penonton juga bebas untuk meminta lagu-lagu favorit mereka. MALIQ & D’essentials adalah salah satu band yang tahan lama kendati industri musik kompetitif di Indonesia dengan meningkatnya jumlah penyanyi dan band.
Dukungan Pemerintah Terhadap Industri Musik Indonesia

Pertunjukan MALIQ & D’essentials di Singapura adalah contoh yang baik dari usaha musisi Indonesia yang diprakarsai sendiri untuk mempromosikan musik Indonesia secara internasional. Namun, dukungan dan apresiasi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia terhadap upaya tersebut masih sangat minim.

Banyak platform untuk musisi untuk memamerkan bakat mereka bukanlah inisiatif pemerintah. Untuk mengadakan konser di luar negeri, penyanyi harus mengatur acara itu sendiri dengan dukungan dari perusahaan komersial. Bahkan di dunia digital, individu seperti Dimas Wisnuwardono dan Teguh Wicaksono adalah orang-orang yang memulai proyek yang disebut “Sounds of the Corner” untuk mempromosikan musik Indonesia berkualitas melalui media sosial seperti YouTube. Semua inisiatif ini berjalan dengan rendah jika tidak ada dukungan dari pemerintah.

Badan-badan pemerintah, seperti Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, memang mendukung muprogram sic di Indonesia. Namun, masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi musik Indonesia untuk memperkenalkan Indonesia di panggung global. Sebagai perbandingan, K-pop dapat berhasil memperluas secara global karena banyaknya dukungan yang diberikan oleh pemerintah Korea. Pemerintah Korea bahkan berencana untuk membangun arena konser khusus yang cocok untuk konser besar untuk mengakomodasi meningkatnya popularitas K-pop. Jika pemerintah Indonesia melakukan upaya yang sama, industri musik Indonesia akan berpotensi berkembang secara internasional.

Allison Sims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don`t copy text!